BELA DIANA STRONG

INOVASI UPBAT JATIGUWI DINAS PERIKANAN KABUPATEN MALANG "BELA DIANA STRONG (Pembenihan Nila Media Sederhana Sistem Corong)" Ketersediaan benih merupakan salah satu kendala utama dalam meningkatkan jumlah produksi ikan nila di kabupaten malang. Dari total kebutuhan benih ikan nila yang ada di kabupaten malang mencapai 80 juta ekor per tahun baru tercukupi sekitar 20 juta ekor pertahun. Ikan nila tergolong sebagai ikan yang kuat dalam pembesaran, tetapi sulit diperoleh benihannya. Salah satu titik kritis yang sering menjadi masalah dalam pembenihan ikan nila adalah pada fase inkubasi telur menjadi larva. Penggunaan teknologi dalam proses pembenihan ikan nila yang ada dikabupaten malang masih dilakukan secara tradisional. Teknologi ini memiliki kekurangan seperti tingkat penetasan yang rendah, kurangnya efisiensi waktu dan tenaga kerja, tergantung pada alam. Penetasan yang rendah disebabkan oleh karena rendahnya oksigen terlarut dan kurangnya sirkulasi air. Sedangkan untuk untuk waktu dan tenaga kerja memerlukan waktu dan tenaga yang lebih banyak. Dengan rendahnya tingkat penetasan maka akan semakin kecil nilai efisiensi produksi. Memahami hal itu dinas perikanan kabupaten malang, dalam hal ini UPT PBAT jatiguwi melakukan inovasi pembenihan nila menggunakan media sederhana dengan sistem corong. Kelebihan utama dari inovasi ini adalah kemampuan menyediakan oksigen berlimpah dan mekanisme sirkulasi air untuk menjaga kualitas air agar tetap baik. Kelebihan tambahan inovasi ini yaitu penanganan panen yang lebih mudah dan sederhana karena mekanisme sortasi larva dan telur yang otomatis. Penerapan inovasi ini akan meningkatkan derajat penetasan telur hingga 90 % yang akan meningkatkan efisiensi produksi. Meningkatnya efisiensi produksi benih akanmembantu mengurangi hambatan dalam meningkatkan produksi ikan nila di kabupaten malang. Penggunaan gelas ukur dan botol bekas yang dimodifikasi diharapkan akan menjadi sebuah model corong yang inovatif dan dapat diterapkan kepada petani pembenih ikan nila kabupaten malang.